Boo

Jumat, 07 September 2012

Mengenal Adobe Ilustrator


Sebelum melangkah lebih jauh ada baiknya berkenalan dengan dasar-sasar vector dan Adobe illustrator, apa itu vector? berikut penjelasannya:
  • vector: adalah sekumpulan titik dan garis yang saling terhubung yang merupakan perpaduan dari warna2 sehingga membentuk sebuah objek.
    intinya: gambar vector merupakan kumpulan curva-curva warna yang disusun sedemikian rupa, sehingga menghasilkan sebuah bentuk objek.
Software yang biasa digunakan (berbasic vector) untuk membuat vector image:
  • Adobe Illustrator
  • Corel Draw
  • Macromedia Flash
  • 3D max
  • Free Hand, dsb.
Karena saya biasa menggunakan Adobe illustrator CS-2, maka disini akan dijelaskan sedikit pengetahuan saya tentang adobe illustrator CS-2.

Pengenalan Adobe Illustrator CS-2
Sebelum memulai proses kerja pada Adobe Illustrator CS-2, akan lebih baik jika terlebih dahulu mengenal siapa dan bagaimana Adobe Illustrator  itu. Area kerja Adobe Illustrator CS-2 pada dasarnya terdiri atas beberapa komponen antara lain:
  • Menu berisi kontrol untuk berbagai fungsi seperti membuat, membuka, menyimpan file, dan sebagainya sesuai dengan menu yang ditampilkan.
  • Stage adalah area persegi empat yang merupakan tempat untuk membuat obyek.
  • Toolbox berisi menu untuk membuat atau menggambar bentuk, memberi pewarnaan, dsb.
  • Palete Color berisi warna-warna yang dipakai dalam pewarnaan objek di dalam Adobe Illustrator CS-2.
  • Objek Properties berisi tentang informasi objek antara lain koordinat objek, rotation, fill, stroke, width, height, dsb.
  • Layer Properties berisi layer-layer dimana objek berada (sama seperti di Potoshop).
  • Pathfinder berfungsi untuk triming objek, menggabungkan 2 objek menjadi 1 bangun, dll.
Mengenal fungsi-fungsi tools dalam illustrator:
  • Selection tool : untuk seleksi objek, memindah, memperbesar ukuran, dsb.
  • Direct Selection tool : untuk editing bentuk bidang yang sudah jadi.
  • Magic wand tool : seleksi warna seperti pada potoshop
  • Lasso tool : seleksi objek seperti pada potoshop
  • Pen tool : membuat bentuk objek (curva) sesuai dengan keinginan kita.
  • Type tool : mengetikkan huruf
  • Line segment tool : menggambar garis
  • Rectangle tool : menggambar bidang persegi, jika ingin memunculkan bentuk bidang yg lain maka press rectangle tool agak lama, maka akan muncul pilihan bentuk bidang yg lain seperti oval, polygon, dsb.
  • Paint brush  tool : menggambar garis secara bebas seperti pada Microsoft paint.
  • Pencil tool : hampir sama dengan paint brush tool.


PENGERTIAN ADOBE ILLUSTRATOR

      Dalam teori yang saya dapatkan Adobe Illustrator sendiri adalah Grafik vektor adalah gambar grafik komputer yang disusun berdasarkan bentuk-bentuk geometri sederhana dengan persamaan-persamaan matematis. Bentuk-bentuk geometri dasar yang dimaksud meliputi titik, garis, kurva, dan poligon. Persamaan-persamaan matematis mencakup posisi dan jarak, skala dan rotasi, warna dan transparansi, dan sejenisnya. But, vektor juga punya kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya terletak pada size gambarnya. Jadi kalaupun gambar itu diperbesar, maka gambarnya tidak akan pecah. Sedangkan kekurangannya adalah pada warnanya. Kita tidak bisa bermain dengan segala macam efek foto seperti pada gambar bitmap di Photoshop. Lah, trus, Adobe Illustrator itu apa dong.? Rumit juga sih jelasinnya, ehehehe.
saya akan menjelaskan lebih mudahnya untuk di pahami oleh orang awam. Orang awam sudah sangat akrab dengan yang namanya gambar foto dari kamera. Seperti VGA, MEGA PIXEL,dll. Nah, foto jenis Pixel apabila dilihat pada foto dengan ukuran kecil bila diperbesar akan menjadi pecah, yang dimaksud pecah inilah pixelnya. Maka dari itu, semakin kamera mempunyai pixel yang besar, maka semakin tajam dan jelaslah gambar yang dihasilkan. Sedangkan gambar vector adalah gambar yang tidak terdiri dari pixel. Vector terdiri dari gabungan bentuk, titik, garis, shape (lingkaran, kotak, segita, dan sebagainya) yang digabungkan sehingga membentuk gambar. Biasanya gambar pixel memiliki sangat lebih banyak harmoni warna dibandingkan gambar vector. tapi ya Illustrator itu software yang digunakan untuk menggambar vektor…hhehe.. kok bolak-balik gini ya.? Tapi, intinya Ilustrator gak hanya digunakan untuk vektor aja sih. Illustrator bisa digunakan untuk menggambar kartun, effect, dan dikhususkan untuk membuat sebuah ilustrasi atau gambar yang berupa gambar vector, termasuk pembuatan logo, karakter animasi, dan semacamnya. 
         
 PENGERTIAN CMYK dan RGB
     
CMYK (Cyan Magenta Yellow Key) adalah model warna yang biasanya digunakan di percetakan (Printer, Sablon, dll). Tinta process cyanprocess magentaprocess yellowprocess black dicampurkan dengan komposisi tertentu dan tepat serta akurat sehingga menghasilkan warna cetak yang tepat seperti yang diinginkan pada background putih dengan media kertas maupun lainnya. Bahkan bila suatu saat diperlukan, warna ini dengan mudah bisa dibentuk kembali. Sedangkan RGB (Red Green Blue) adalah model warna yang biasanya digunakan sebagai layar layar suatu device. Semisal Monitor, LCD, Super Amoled, Kamera Digital, Camcorder, Proyektor, LED, Layar Handphone. Metode RGB ini menggunakan tinta warna MerahHijau dan Biru yang dicampurkan sehingga membentuk suatu output layar pengindraan yang adiktif dengan latar belakang bewarna hitam layaknya tampilan monitor. Para Desainer tentunya wajib mengetahui ilmu ini, karena apabila terjadi kesalahan mode warna, desain anda akan berantakan apabila dicetak. Karena, warna yang digunakan percetakan itu berbeda dengan warna tampilan di monitor. Inilah yang menyebabkan seringnya terjadi kekecewaan terhadap warna akhir yang dihasilkan. RGB biasanya lebih terang dan jelas, biasanya menghasilkan file dengan kapasitas yang lebih kecil. Warna RGB sangat cocok untukpresentasi visual dalam tampilan monitor seperti desain halaman web/situs. Ketika suatu karya desain dalam format RGB akan diprint dan melalui suatu proses cetak, maka warna RGB harus dikonversi dahulu kedalam model warna CMYK. Hal ini karena printer dan mesin percetakanhanya mengenal warna CMYK sebagai mode warna dari kalibrasi di mesin cetak. 
         Sebelum saya jelaskan kegunaan dari semua Toolbox, saya akan jelaskan secara singkat toolbox itu sendiri, Toolbox adalah perangkat yang membantu anda dalam pengerjaan di area kerja untuk membuat desain dan ilustrasi. Dan berikut ini adalah nama dan kegunaan Toolbox Adobe Ilustrator :
A.Selection Tool
  • Selection Tool (V) =  Menyeleksi objek / gambar keseluruhan
B.Direct Selection Tool
  • Direct Selection Tool (A) = Menyeleksi point atau path objek
  • Group Selection Tool  = Menyeleksi objek yang telah di group
C.Magic Wand Tool
  • Magic Wand Tool (Y) = Menyeleksi objek berdasarkan kesamaan warna dan bentuk
D.Lasso Tool
  • Lasso Tool (Q) = Menyeleksi bagian-bagian path objek
E.Peen Tool
  • Peen Tool (P) = Membentuk garis lurus dan garis lengkung untuk membuat objek
  • Add Anchor Point Tool (+) = Menambah anchor point di path
  • Delete Anchor Point Tool (-) = Menghapus anchor pioint di path
  • Convert Anchore Point Tool (Shift + C) = Mengubah smooth points menjadi corner points atau kebalikannya
F.Type Tool
  • Type Tool (T) = Membuat teks secara horizontal
  • Area Type Tool = Membuat teks dalam path yang terbuka maupun path yang tertutup secara horizontal
  • Type On a Path Tool = Membuat teks mengikuti garis path secara horizontal
  • Vertikal Type Tool = Membuat teks secara vertical ( dari atas ke bawah)
  • Vertikal Area Type Tool = Mengganti teks dalam path yang tertutup ke teks vertical
  • Vertikal Type On Path Tool = Mengganti teks dalam path yang tertutup ke teks vertical
G.Line Segment Tool
  • Line Segment Tool (\) = Menggambar garis lurus
  • Arc Tool = menggambar garis lengkung / cembung
  • Spiral Tool = Menggambar garis berbentuk spiral
  • Rectangular Grid Tool = Menggambar Grid persegi
  • Polar Grid Tool = Menggambar grid lingkaran
H.Rectangle Tool
  • Rectangle Tool (M) = Menggambar bentuk segi empat
  • Rounded Rectangle Tool = Menggambar segi empat dengan sudut lengkung
  • Ellipse Tool ( L) = Menggambar lingkaran dan garis oval
  • Polygon Tool  = Menggambar segi dengan sisi yang banyak
  • Star Tool = Menggambar bintang
  • Flare Tool = Membuat efek seperti pancaran sinar lensa
I.Paint Brush Tool
  • Paint Brush Tool (B) = Membuat kreasi garis secara manual
J.Pencil Tool
  • Pencil Tool ( N) = Menggambar dan mengubah garis secara manual
  • Smooth Tool = Memperhalus objek
  • Path Eraser Tool = Menghapus objek
K.Eraser Tool
  • Eraser Tool = Mengapus semua area objek
  • Ecissor Tool = Memotong path di point yang di inginkan
  • Knife Tool = Memotong objek dan path
L.Rotate Tool
  • Rotate Tool (R) = Merotasi kan objek pada pusatnya
  • Reflect Tool (O) = Mencerminkan objek
M.Scale Tool
  • Scale Tool (S) = Menskalakan objek (mengecilkan/memperbesar)
  • Shear Tool = Memiringkan objek pada satu titik tetap
  • Reshape Tool = Memilih achor point dan memastikan keseluruhan alur tetap utuh
N.Warp Tool
  • Warp Tool (Shift + R) = Menekuk objek dengan menggerakan cursor pada objek
  • Twirl Tool = Menciptakan putaran distorsi pada suatu objek
  • Pucker Tool = Menurunkan bentuk objek dengan menggerakan control point pada cursor
  • Bloat Tool = Memompa objek dengan control point pada cursor digerakan menjauhi objek
  • Scallop Tool = Menambahkan detail bengkokan kurva garis luar suatu objek
  • Crystallize Tool = Menambahkan detail acak garis tepi suatu objek
  • Wrinkle Tool = Memberikan detail mengerut pada garis tepi suatu objek
O.Free Transform Tool
  • Free Transform Tool (E) = Memilih,menskala,memutar, dan me
P.Symbol Sprayer Tool
  • Symbol Sprayer Tool (Shift + S) = Menempatkan Instance symbol seperti di semprotkan
  • Symbol Shifter Tool = Memindahkan instance symbol
  • Symbol Scruncher Tool = Memindahkan Instance symbol yang berdekatan atau yang berjauhan secara bersama-sama
  • Symbol Sizer Tool = Merubah ukuran Instance Symbol
  • Symbol Spinner Tool = Merotasekan instance symbol
  • Symbol Stainer Tool = Mewarnai Instance symbol
  • Symbol Screener Tool = Menstransparankan Instance symbol
  • Symbol Styler Tool = Merubah gaya/style instance symbol sebagai contoh symbol tersebut diberi efek bayangan
Q.Column Graph Tool
  • Column Graph Tool (J) = Membuat grafik dengan menggunakan kolom vertical
  • Stacker Column Graph Tool  = Membuat Grafik kolom vertical tetapi kolom satu dengan yang lainnya saing bertumpuk
  • Bar Graph Tool = Membuat grafik dengan menggunakan kolom horizontal
  • Stacked Bar Graph Tool = Membuat grafik kolom horizontal tetapi kolom satu dengan yang lainnya saling bertumpuk
  • Line Graph Tool = Membuat grafik garis dengan menggunakan point
  • Area Graph Tool = Membuat grafik warna dengan menggunakan point
  • Scatter Graph Tool = Membuat grafik dengan menggunakan koordinat antara x dan y
  • Pie Graph Tool = Membuat grafik lingkaran
  • Radar Graph Tool = Membuat grafik berbentuk jaringan
R.Mesh Tool
  • Mesh Tool (U) = Membuat dan mengubah efek mesh pada warna
S.Gradient Tool
  • Gradien Tool (G) = Mewarnai objek dengan warna gradasi secara keseluruhan
T.Eyedropper Tool
  • Eyedropper Tool (I) = Mengambil warna sampel dari objek
  • Measure Tool = Mengukur jarak diantara dua point
U.Blend Tool
  • Blend Tool
V.Live Paint Bucket Tool = Mengambil warna semperl dari objek
W.Live Paint Selection Tool = Menggambungkan warna objek dalam group live paint
X.Slice Tool = Membagi objek gambar menjadi gambar web yang terpisah
Y.Hand Tool = Menggeser bidang gambar
Z.zoom Tool  = Memperbesar dan memperkecil gambar
Transparency berfungsi untuk membuat objek menjadi transparan, tab ini juga berfungsi untuk membuat objek dimasking (disembunyikan) secara gradual transparan.
Layers berfungsi memudahkan kita untuk mengatur objek secara individu ataupun secara grup. Layers bisa di ibaratkan plastik transparent dimana kita dapat menggambar tiap-tiap elemen gambar pada masing-masing lembaran plastik tersebut. Masing-masing objek dapat menempati satu layer. Sehingga satu objek dengan objek yang lainnya tidak menggangu.
Stroke Berfungsi untuk membuat path (jalur) yang di beri garis tegak atau outline.
Gradient berfungsi untuk mengedit arah gradasi pada objek. Pilih objek yang sudah di aplikasikan gradasinya lalu drag kursor gradasi melintasi objek tersebut. Cukup membuat kurva/path tertutup, memilih tipe gradasi, baik itu Linear atau Radial, menambah titik gradasi dan memainkan slider gradasi.
Pathfinder berfungsi untuk membuat objek yang sesuai bentuknya dengan objek yang berdekatan. Prinsipnya sama dengan cara kerja cetakan kue. Masukkan adonan kedalam wajah Loyang berbentuk bintang misalnya, maka setelah kue itu matang akan terbentuk kue berbentuk bintang. begitu juga dengan bentuk lainnya yag akan berbentuk seperti itu pula.
Character berfungsi untuk memasukkan objek yang ada ke dalam sebuah font.

Membuat Bentuk Dasar Pada Illustrator
Hasil Akhir
Pada pertemuan kita kali ini, saya akan mencoba memulai menggambar bentuk dasar pada Adobe Illustrator dengan menggunakan tools dasar yang terdapat pada palet tools. Disini saya akan memberikan contoh yang sangat mudah sehingga bisa diikuti oleh teman-teman yang baru belajar menggunakan software Adobe Illustrator.

Langkah awal yang harus dilakukan adalah aktifkan Adobe Illustrator CS lalu pilih File/New. Maka akan muncul jendela new dokumenklik disini untuk melihat pengaturan dokumen baru. Setelah lembar kerja baru sudah siap pilih Rectangle Tool (tool yang berbentuk kotak) pada toolbox, lalu buat persegi panjang rangka pensil seperti gambar dibawah ini.

Membuat rangka pensil

Dalam keadaan terseleksi, beri warna stroke (garis) hitam (#000000) dan warna fill (isi) hitam (#000000) pada kotak pertama. Serta warna stroke (garis) hitam (#000000) dan warna fill (isi) biru tua (#1B1464) pada kotak kedua, sehingga menjadi seperti gambar dibawah ini.

Badan pensil

Setelah itu kita buat kepala pensil dengan menggunakan Rounded Rectangle Tool yang terletak dikelompok Rectangle Tool, beri warna hitam untuk stroke dan fill. Lalu buat persegi panjang kecil untk leher/pembatas antara kepala dan badan pensil dengan menggunakan Rectangle Tool dan beri warna fillputih dah stroke hitam, tempatkan didepan objek yang lain (bring to front) dengan cara klik kanan pada objek yang diseleksi (persegi panjang putih) lalu pilih Arrange > Bring to Front (Shift+Ctrl+]).

Menambahkan leher dan kepala pensil

Langkah selanjutnya adalah kita tambahkan ujung pensil dengan menggunakan Polygon Tool. PilihPolygon Tool yang terletak di kelompok Rectangle Tool klik dan drag sambil menekan tanda panah ke bawah pada keyboard untuk menghasilkan bentuk segi tiga, tentukan ukuran segitiga sesuai dengan lebar badan pensil. Beri warna stroke hitam (#000000) dan warna fill coklat (#C69C6D). Kemudian copy segitiga tersebut dengan cara menekan Alt lalu klik dan drag (geser) objek segitiga tersebut, rubah ukuran segitiga menjadi lebih kecil, dan beri warna fill hitam, lalu tempatkan segitiga kecil diujung segitiga besar, letakkan didepan (bring to front). 

Menambahkan Ujung Pensil

Kemudian pilih semua objek dengan cara klik dan drag dari luar objek sampai mengenai seluruh objek, gabungkan objek menjadi satu dengan cara klik kanan lalu pilih group (Ctrl+G).Dalam keadaan objek masih  terseleksi putar objek -30 derajat, klik kanan pilih Transform > Rotate isi -30 pada kolom angle lalu tekan OK.

Pensil sudah jadi. Sekarang kita tinggal menambahkan stationary dan goresan pensil. Untuk membuat goresan pensil kita gunakan Pencil Tool (N). Pilih pencil tool pada palet tool lalu klik dan drag, buat goresan sesuai yang anda inginkan, atur ketebalan stroke (garis) pada palet stroke (weight). 

Goresan pensil
 Langkah selanjutnya adalah membuat staionary. Buat dua buah persegi besar dan kecil, ukuran disesuaikan. Beri warna fill yang anda inginkan. Tempatkan persegi kecil didepan persegi besar, lalu tambahkan variasi gambar di tepi persegi, dengan menggunakan elips tool, star rool, polygon tool, danspiral. Untuk membuat bintang yang memiliki sudut berbeda, kita gunakan star tool, klik dan drag tahan lalu tekan tanda panah pada keyboard. Panah atas untuk menambah sudut, panah bawah untuk mengurangi sudut. Setelah jadi, gabungkan objek stationary menjadi satu grup degan cara pilih semua objek, klik kanan lalu pilih group atau dengan  menekan  Ctrl+G pada keyboard. 

Stationary
Kemudan tempatkan stationary dibelakang pensil dengan cara seleksi, klik kanan, pilih Arrange > Send to Back atau dengan shortcut Ctrl+Shift+[.

Pensil dan Stationary
Dan langkah terakhir tinggal menambahkan background dengan rectangle tool beri warna fill dan tempatkan dibelakang objek (send to back), selesai. Gampangkan? Selamat mencoba.

Hasil Akhir


Kamis, 06 September 2012

KONSEP DESAIN



4.1 Landasan Teori

4.1.1 Teori  Typography

         Typography adalah ilmu yang mempelajari tentang tata letak, karakter, dan
penggunaan huruf pada suatu desain. Setiap  jenis huruf memiliki jenis karakter yang
berbeda-beda, dan pada kondisi tertentu dapat mempengaruhi audience serta pesan yang
hendak disampaikan.
Menurut Danton Sihombing MFA (2005,Jakarta), kelancaran dan keberhasilan
sebuah aktivitas komunikasi ditentukan oleh perangkat yang menjembatani antara si
pengirim pesan dan penerima pesan. Selama berabad-abad lamanya telah terbukti
bahwa bahasa tulis merupakan sebuah perangkat komunikasi yang efektif. Dapat
dikatakan bahwa bahasa tulis merupakan representasi fisik dari struktur pemikiran yang
ada di otak kita yang tidak dapat terlihat secara kasat mata.
Typography merupakan upaya menyampaikan sebuah gagasan yang tidak hanya
dinilai dari tingkat keterbacaannya, tetapi apa yang ditangkap audience melalui indera
penglihatan untuk membawa mereka lebih dalam lagi memahami gagasan atau pesan
yang disampaikan.
 Kriteria – kriteria dalam pemilihan huruf :
• Huruf – huruf decoratif dan script memiliki limitasi dalam pengunaannya, tidak
seperti halnya jenis huruf – huruf mainstream yang memiliki kompabilitas untuk 
22 23
            digunakan dalam berbagai tujuan. Biasanya penggunaan huruf – huruf dekoratif
            dan script diterapkan untuk keperluan atau tujuan – tujuan tertentu seperti dalam      
desain logo, label, judul buku, ataupun menu hidangan.
            Contoh huruf dekoratif :
             Camelot ;   Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo 
                            Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz
                             0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 
                             !@#$%^&*()_+<>?::”{}[]
• Custom typefaces adalah huruf – huruf yang khusus diciptakan untuk keperluan
sebuah rancangan grafis. Gagasan diciptakannya huruf khusus guna memberikan
pewarnaan baru pada setiap desain yang akan dibuat.
Contoh huruf  custom typefaces :
              Palatino Linotype :   Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo  
                                                Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz
                                                0 1 2 3 4 5 6 7 8 9  
                                                !@#$%^&*()_+<>?::”{}[]
4.1.2 Teori Warna

4.1.2.1Teori Skema Warna
Dalam pendekatannya di visual, warna  sangatlah mempengaruhi pesan yang
akan disampaikan, menciptakan hasrat dan  ikut terlibat dalam emosi. Yang membuat
dampak merasa dan ikut terlibat. Berikut ini adalah ragam skema warna yang akan 24
digunakan salah satunya untuk mendukung publikasi buku kebaya ini, yang diambil dari 
buku Color Harmony, Hideaki Chijiwa.
4.1.2.1 Warna-warna Hangat

Turunan warna dari merah ke kuning, meliputi oranye, merah jambu, coklat dan
merah keungu-unguan, disebut warna-warna hangat. Pada kenyataannya warna merah
sendiri memiliki radiasi sinar infra merah yang sangat besar dimana memang mewakili
warna yang sangat mencolok, agresif, tidak dapat ditebak dan masih banyak lagi
karakter lainnya. Sangat  berbeda dengan warna-warna  yang lain, warna ini sangat
membangkitkan emosi kita. Di lingkungan pekerjaan warna ini dapat memacu mereka
untuk bekerja lebih giat lagi, dan lebih cepat lagi. Dan penggunaan warna-warna itu
selalu menarik perhatian kita jikalau diletakkan dibagian depan sampul majalah, poster-25
poster dsb. Warna-warna hangat selalu dapat membuat warnanya terlihat
menyenangkan, ceria dan luar biasa.

4.1.2.2 Warna-warna dingin

Penurunan warna dari hijau ke violet, termasuk biru dan pengembangan dari warna
abu - abu, seperti yang kita tahu mereka semua adalah warna yang memiliki sifat dingin
mungkin disebabkan karena mereka mengingatkan kita pada salju dan es. Warna-warna 
ini memberikan efek yang hampir sama dengan warna hangat tetapi kebalikannya, warna
dingin ini lebih menenangkan, contoh hal warna ini sering kali di pakai untuk
menenangkan pasien di rumah sakit yang sedang panik. Bagaimanapun juga warna biru
dan penurunan hijau ini memiliki nilai yang positif karena mereka memberikan kesan
bersih.

4.1.2.3 Warna-warna terang
 
Warna terang pada penurunan warna terang memiliki kesan yang sangat lembut
dan kalem, seperti gulali yang menghiasi langit biru muda di angkasa. Warna-warna ini
tidaklah begitu penting walaupun merupakan penurunan dari warna-warna terang seperti
oranye, ataupun ungu. Warna ini biasanya disebut warna pastel. Warna ini memiliki
karakter yang lembut, dan manis.

4.1.2.4Warna-warna Gelap

Hitam dan warna gelap lainnya memiliki rasa yang berantakan seperti langit yang
di selimuti awan mendung. Warna hitam dan warna gelap lainnya memiliki karakteristik
warna yang kuat dan solid dan cenderung  diwakilkan dengan warna-warna yang
mencerminkan besi dan sejenisnya. Warna ini juga terkesan warna mahal, misterius, 26
elegan dan sangat mewakilkan  kaum  pria. Dan merupakan warna yang sangat
konvensional.




4.1.2.5 Warna-warna Kontras

Masing-masing warna kontras memiliki ciri masing-masing dan membawa
karakter sendiri-sendiri. Warna merah akan selalu tampak lebih menonjol dibanding
warna-warna kontras lainnya, karena warna merah memang memiliki warna yang kuat 
dibanding kuning dan biru. Begitu juga dengan hitam dan putih, warna tersebut dapat
menonjolkan kekuatanya masing-masing, hanya di butuhkan pengaturannya saja.
Kadang kala warna terang memang menonjol tetapi warna gelam akan lebih dominan
lagi jika kita mengetahui cara menempatkannya. Karena mata kita akan menangkap
warna yang pertama kali terlihat lebih mencolok.

4.1.3  Teori Photography

Menurut  Jonathan  Hilton(1996,Australia) Dalam studi  Photography  ijelaskan
bahwa Photography yang umum ada pada masyarakat adalah fine art  ( seni photografi )
dan commercial ( komersial ) photografi.
Seni photografi biasanya menggunakan teknik :
• Portraits  : Komposisi yang dipakai lebih banyak tegak lurus atau berdiri.
( tampak muka dari dekat, setengah bahu keatas, setengah              
pinggang keatas tegak lurus seluruh badan
Biasanya dilakukan didalam studio karena dapat mengatur                      
cahaya yang kita inginkan. 27
• Landscape : Pengambilan gambar yang dipakai mengikuti ruang yang ada       atau
ruang / objek lain turut dimasukan ( 1/3 dari atas, 1/3dari bawah, 1/3 dari bawah).
Dapat dilakukan diluar ruangan / di luar studio dan dapat juga di dlam studio.
• Lighting  :   Pencahayaan memiliki andil yang penting dalam pengambilan gambar
yang baik.
Spotlight ;  Cahaya yang di dapat akan keras sehingga dapat 
membuat cahaya menjadi over.
Softbox ;  Cahaya yang akan dihasilkan  akan menjadi lembut atau 
lebih sendu , dan terkesan kalem
Shadowsless lighting ;  Cahaya  yang di pakai dapat membuat 
bayangan yang mendukung photo tersebut menjadi lebih baik lagi
Berdasarkan data tersebut di atas maka penulis mencoba untuk mengaplikasikan
photo-photo yang akan mendukung buku kebaya ini dengan menggunakan teknik
photografi tersebut.

4.1.4 Teori Layout

 Diartikan sebagai penataletakan atau pengorganisasian atau strukturisasi dari
beberapa unsur desain agar teratur dan tercipta hirarki yang baik guna mendapatkan
dampak yang kuat bagi pelihat (kamus istilah periklanan, Matari Advertising).
Kriteria layout yang baik menurut  Lori Siebert & Lisa Ballard (Making a Good
Layout, 1992), yaitu :


1. Works : sesuai dengan tujuan pembuatannya, sesuai dengan target pembaca
serta tempat beredarnya. 28
2. Organizes : memiliki hirarki baca yang baik untuk diikuti, menyampaikan
pesan secara jelas dan teratur.
3. Attracts : menarik perhatian pembaca, mampu tampil beda dari keadaan
sekelilingnya.

Prinsip-prinsip sebuah layout :
1. Balance (seimbang) : keseimbangan membantu menentukan ukuran dan
pengaturan setiap bagian-bagian dalam layout. Layout yang tidak seimbang
membuat pembaca kesulitan membaca, dan akan merasakan ada sesuatu yang
salah pada halaman yang dibaca. Ada  2 macam pendekatan balance, yaitu
symmetric balance (kuat, stabil)  dan asymmetric balance (variatif, bergerak).
2. Rhythm (irama) : irama merupakan bentuk yang dihasilkan dengan
mengulang elemen secara bervariasi. Pengulangan secara konsisten dan
bervariasi adalah kunci utamanya. Keduanya saling melengkapi karena tanpa
adanya variasi, pengulangan akan tampak membosankan. Setiap variasi
elemen yang mengalami pengulangan juga harus memiliki kesatuan yang
utuh.
3. Emphasis (titik berat) : dalam upaya menarik perhatian pembaca, setiap
pesan pada layout harus memiliki daya tarik yang tinggi. Jika tidak khalayak
akan cepat berpaling.
4.  Unity (kesatuan) : keseluruhan elemen pada sebuah layout harus saling
memiliki satu dengan yang lainnya. Hal ini membantu menentukan banyaknya elemen
yang ingin digunakan atau bagaimana penggunaannya 29

4.1.5 Teori Grid

 Sistem  Grid : Grid memudahkan penempatan teks dari halaman ke halaman
berikutnya, sehingga halaman per halaman  dari setiap buku dapat tampil konsisten.
Selain teks grid juga bisa menepatkan gambar sebagai elemen pendukung atau utama. Di
dalam  grid kita juga dapat memanfaatkan ruang kosong sebagai penyeimbang atau
kedinamisan layout. (Dikutip dari : Goodman, Allison (2000). 7 Essentials of Graphic
Design) Tujuan dari grid untuk merapihkan penempatkan teks & gambar. Grid menolong
pembaca untuk  dengan mudah menemukan materi yang diharapkan setiap saat,  walau
saat membuka majalah dengan bahan  glossy dengan santai ataupun membuka halaman
per halaman secara cepat oleh seorang  jurnalis yang hanya memerlukan informasi
tertentu. Desainer sudah sepantasnya menganggap  grid sebagai bantuan untuk
mempermudah di baca dan dipahami  (Dikutip dari: Jute, Andre. (1995) Grids; The
Structure of Graphic Design,p110).
Menurut Danton Sihombing(2001,p87-89)Sebuah  grid diciptakan sebagai solusi
terhadap permasalahan penataan elemen – elemen visual dalam sebuah ruang.  Grid
system digunakan sebagai perangakat untuk mempermudah menciptakan sebuah
komposisi visual. Melalui grid systems seorang perancang grafis dapat membuat sebuah
sistematika guna menjaga konsistensi dalam melakukan repetisi dari sebuah komposisi
yang sudah diciptakan. Tujuan utama dari penggunaan grid systems dalam desain grafis
adalah untuk menciptakan suatu rancangan yang komunikatif dan memuaskan secara
estetik
 Tujuan grid bisa dibagi menjadi 3 kelas: 30
• Repetability    : Halaman per halaman mempunyai penempatan yang   
identik.
• Composition   : Komposisi menggabungkan teks dengan ilustrasi juga 
fotografi agar terlihat bagus dengan alas an estetis.
• Communication  : Tujuan desain grafis  untuk mengkomunikasikan pesan
grid membantu agar pesan tersebut tersampaikan dengan baik.

4.1.6 Teori Komunikasi Massa

Menurut Joseph A. Devito, komunikasi massa adalah komunikasi yang diarahkan
kepada khalayak yang sangat luas, disalurkan melalui sarana  audio atau  visual.
Komunikasi massa dapat diartikan dengan memusatkan perhatian pada lima variable
yang terdukung dalain setiap tindak komunikasi dan memperlihatkan bagaimana
variable-variabel ini bekerja pada media massa. Variabel-variabel tersebut adalah
sumber, khalayak, pesan, proses dan konteks. Sarana yang paling banyak digunakan
dalam berkomunikasi dengan massa adalah televisi,  radio, surat kabar, majalah, buku
dan hasil rekaman kaset (audio), piringan hitam atau compact disc.
Beberapa tujuan yang lazim dari komunikasi massa adalah menghibur, meyakinkan
(mengukuhkan, mengubah, mengaktifkan), memberi informasi, mengukuhkan status,
membius dan menciptakan rasa persatuan.
Media massa mempunyai kelemahan tetapi juga kekuatan dalam mempengaruhi
pandangan, sikap dan tindakan masyarakat. Kelemahan komunikasi melalui media
massa adalah pengirim pesan tidak mengenal penerima pesan. la hanya bisa
membayangkan  keadaan penerima pesan,  misalnya tingkat pendidikan, pengetahuan 31
dan sebagainya. Kelemahan ini tidak dapat dijembatani dengan dialog langsung.
Keadaan ini membatasi efektivitas media  massa. dalam menyampaikan pesan kepada
masyarakat. Namun media massa juga mempunyai kekuatan, karena memberikan
kemungkinan penyampaian pesan berulang-ulang. Pengulangan pesan selalu mempunyai
dampak lebih besar daripada penyampaian pesan sekali saja.
Tetapi, tetapi tidak semua jenis media massa mempunyai kekuatan dan keterbatasan
yang sama. Masing-masing jenis media massa. mempunyai karakteristik. Karakteristik
ini perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media untuk penyampaian pesan, agar
penyampaian pesan lebih efektif (Wiryanto, Pengantar Ilmu Komunikasi).
4.2  Strategi Kreatif
Menjadikan buku tersebut menjadi bagian dari buku kebudayaan di Indonesia serta
diharapkan dapat menunjang Informasi yang dapat menambah pengetahuan masyarakat
di Indonesia pada umumnya, mengingat segala sesuatu yang  berkaitan tentang sejarah
sering kali dilupakan. Maka diharapkan tidak seperti itu jika buku tentang kebaya ini
disusun dengan visual menarik dan memberikan tambahan data  dan informasi yang
disusun dengan baik.



4.2.1 Strategi Komunikasi 

   4.2.1.1Fakta Kunci
 
 Ada beberapa hal nyata yang dapat dijadikan sebagai kekuatan atau pendukung
maupun kelemahan atau penghambat dalam penyampaian komunikasi kepada
masyarakat sehubungan dengan pembuatan buku mengenai Kebaya, yaitu antara lain : 32
a. Kebaya merupakan busana Nasional wanita Indonesia dan akan menjadi abadi
jikalau kebaya terus menerus dikenakan dan tidak ditinggalkan.
b. Dari setiap daerah di Nusantara hampir seluruhnya mengenal busana kebaya  yang
disesuaikan dengan adat masing-masing daerah
c. Sudah ada beberapa buku kebaya lebih banyak bercerita dengan  full text dimana
image hanya sebagai pelengkap.

4.2.1.2 Masalah yang akan dikomunikasikan 
    
       Mengangkat kisah perjalanan Kebaya di Indonesia dari tahun ke tahun secara garis
besar ke dalam sebuah buku dari sisi yang berbeda dari buku-buku kebaya yang sudah ada
sebelumnya, dimana penggunaan photography dan ilustrasi menjadi  bagian dalam desain
buku ketimbang rangkaiaan kata-kata. Untuk menonjolkan kisah kebaya di setiap tahun
yang berbeda.

4.2.1.3 Tujuan Komunikasi 
   
               Proses komunikasi  yang ingin dituju dalam hal ini adalah AIDA, yaitu
Attention, Interest, Desire, Action.
a. Attention : Menarik perhatian masyarakat untuk membeli buku Kebaya
b. Interest    : Menarik minat masyarakat untuk membaca dan mendalami isi buku
Kebaya Sebuah Untaian Kisah Balutan Cantik Nan Anggun.
c. Desire : Membangkitkan emosi pembaca untuk ikut merasakan seluruh kisah
perjalanan buku tersebut, sekaligus menjadikan buku tersebut sebagai panduan
dalam sebagian kecil sejarah busana Nasional Indonesia. 33
d. Action  : Memotivasi pembaca untuk berlajar dan menambah pengetahuan
tentang sejarah kebudayaan Indonesia  khususnya tentang perkembangan tata
busana di Indonesia

4.2.1.4 Profil Target
   
Yang menjadi target  dalam hal ini antara lain :
1.  Demografis  
• Jenis kelamin :Wanita 
• Usia   :Usia produktif 20 – 45 tahun
• Domisili  :Perkotaan metropolitan (kota besar
khususnya di Jakarta)
• Pendidikan  :Mahasiswa yang sedang di bangku kuliah
ataupun yang sudah lulus dari bagku kuliah, dan para ibu – ibu
sosialita yang sudah menjadi  sarjana / pernah mengenyam
bangku perkuliahan serta yang sangat mengagumi busana kebaya
dan kebudayaan Indonesia 
• Tingkat sosial  : Untuk kalangan menengah keatas A, B+,B
2.  Geografis     
• Wilayah : Pusat kota metropolitan
• Kepadatan : Sangat padat dan fokus dengan kehidupan masing
– masing / individualis serta kemacetan dimana – mana. 34
Psikografi
a. Lifestyle   : Gaya hidup modern, terbuka, menyukai sejarah
dan pengetahuan tentang seni, memiliki rasa seni yang baik, senang
dengan kebudayaan, adat istiadat, hal – hal yang berbau etnik,
menyukai keindahan
b. Perilaku  : Memiliki kesopanan dan santun dalam bersikap.
Sering datang ke pameran – pameran kebudayaan, gemar
mengumpulkan benda-benda seni sebagai koleksi.
c. Rutinitas  : Kuliah atau bekerja baik di luar ataupun di rumah.
Sering mengikuti arisan dan berkumpul sesama para wanita karier.
Insight     : Orang yang memiliki penghargaan tinggi terhadap seni dan
kebudayaan khususnya tentang sejarah busana Nasional wanita
Indonesia yang merasa memiliki kebanggaan tersendiri apabila
memiliki sebuah benda koleksi yang unik. 

4.2.1.5 Positioning / Unique Selling Proposition

Buku yang menjelaskan secara garis besar tentang perkembangan busana kebaya
dari tahun ke tahun yang dilihat dari sisi sejarah dan mengandung pesan bijak
yang dapat memberikan inspirasi bagi para pembacanya mengenai perkembangan
sejarah tata busana di Indonesia.

4.2.1.6  Judul Buku

 “Kebaya Sebuah Untaian Kisah Balutan Cantik Nan Anggun”. 35

4.2.1.7 Pendekatan Visual

Pada pembuatan desain buku kebaya ini digunakan dua pendekatan sekaligus,
yaitu  :
1. Pendekatan  Emosional 
Dalam hal ini pendekatan rasional diaplikasikan pada penyampaian pesan
secara verbal (teks/tulisan) yang bersifat informatif berupa keterangan atau
data yang berkaitan dengan hal-hal penting yang terjadi pada perkembangan
busana kebaya di Indonesia. Dengan tujuan utama sekedar memberikan
informasi. 
2. Pendekatan Emosional
Pendekatan emosional yang digunakan disini diwujudkan dalam berbagai cara
atau media. Cara yang pertama adalah melalui penggunaan atau pemilihan
kata-kata dalam penulisan teks yang dapat menggugah emosi pembaca untuk
sekedar memberikan penilaian ataupun menciptakan cara pemikiran dan
tindakan tertentu yang berbeda dari sebelumnya. Cara yang kedua adalah
melalui ilustrasi atau foto yang memiliki karakter yang kuat. Dimana tiap-tiap
foto dapat menampilkan suasana yang berbeda sesuai dengan zamannya. Cara
ketiga melalui penggunaan warna.  36

4.2.2 Strategi Desain

4.2.2.1 Looks, Mood, Tone and Manner

• Etnik
• Anggun
• Elegan 
• Feminin
• Bersahabat
• Hangat

4.2.2.2 Strategi Verbal

Sesuai dengan karakter buku kebaya yang hangat dan feminin, gaya
bahasa yang digunakan baik dalam penulisan judul buku, judul bab
maupun isi (teks) buku adalah  menggunakan bahasa formal namun tidak
kaku, sedikit puitis.

4.2.2.3 Strategi visual

Unsur-unsur desain yang dipilih dalam pembuatan buku kebaya adalah
sebagai berikut :
• Penggunaan warna hangat/keras dan warna tua, karena disesuaikan
dengan zaman yang berbeda pada setiap babnya yang menjadi
objek pembahasan dalam buku.
• Typography semi serif  dalam penulisan  bodycopy untuk
menonjolkan keanggunan, sifat klasik namun sekaligus modern.
• Typography decoratif  dalam penulisan judul buku dan beberapa
kutipan khusus untuk menonjolkan kesan anggun dan feminin.37
• Photography sephia, black and white, color.  Disesuaikan dengan
pembagian setiap babnya dan mencerminkan warna yang ada pada
saat itu.
• Ilustrasi manual  untuk memberikan kesan pendukung pada foto.
• Elemen-elemen desain tambahan yang bergaya etnik.

4.2.2.4 Pemilihan Item

Item-item yang digunakan adalah :
1. Buku , meliputi desain jaket buku, halaman sampul dan halaman isi.
Ukuran : 31 x 24 cm
Tebal : 72 halaman
Warna : full color
Cover  : hard cover
Penjualan toko-toko buku besar (Gramedia, TGA bookstore, QB,
Kinokuniya, Periplus, Aksara, dan lain-lain)
2. Kemasan / Packaging  buku